Posts

Showing posts with the label renungan islami

BEKAL AKHIRAT

Image
BEKAL AKHIRAT Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh     Kehidupan didunia hanyalah sementara sedangkan kehidupan akhirat adalah selamanya. Dan keduanya sama-sama membutuhkan bekal agar kita bisa menjalani kehidupan ini dengan baik, tetapi jangan sampai kita terlalu fokus mengejar duniawi sampai-sampai kita lalai mempersiapkan bekal untuk akhirat yang pasti akan kita lalui.      Rasulullah saw bersabda, "Barang siapa menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha untuknya dengan sungguh-sungguh, niscaya Allah swt melapangkan hatinya sehingga Allah swt membaguskan kehidupannya, dan ia memasuki pagi dalam keadaan kaya juga memasuki sore dalam keadaan kaya" (HR. Iman Suyuthi)      Pada suatu hari, Abu Dzar ra berdiam disamping Ka'bah Al-Muazzamah seraya berkata, "Perhatikanlah, orang yang mengenalku pasti tahu diriku, dan bagi yang tidak mengenalku, ketahuilah bahwa aku adalah Jundub bin Junadah Al-Ghifari Abu Dzar! Mendekatlah padaku, ...

PANGGUNG KEHIDUPAN

Image
PANGGUNG KEHIDUPAN       Hidup ini adalah sebuah panggung pentas dari para penghuninya. Setiap orang bebas memilih tokoh seperti apa yang ingin diperankannya. Betapa Allah Maha Pemberi Petunjuk jalan kehidupan, Dia berikan contoh lewat hamba-hamba pilihan dalam hal kebaikan yang bisa kita jadikan tauladan, begitupun dalam hal keburukan yang bisa kita jadikan pelajaran dan renungan.       Lewat peran yang kau mainkan, maka itu akan menjadi penentu  akhir dari lakon yang akan tercatat dalam sejarah kehidupan.  Tetapi sebelum kau menentukan pilihan, ingatlah akan beberapa hal yang mungkin bisa dijadikan renungan buat kita semua.     Jika kau diberi kekuasaan, janganlah engkau berperan seperti Fir'aun yang menTuhankan dirinya, namanya memang tertulis abadi dalam kalam Illahi dan akan terus di sebut hingga akhir kehidupan nanti. Tetapi sayang, akhir dari kehidupannya adalah sebagai makhluk yang dihinakan, di murkakan dan ...

Rendahkan Hatimu

Image
Rendahkan Hatimu     Ketika ilmu yang dimiliki merasa sudah tinggi. Tetapi tak sampai merasuk kedalam hati, maka akan dengan mudahnya lisanmu mencaci dan memaki kepada insan yang belum sadarkan diri.      Terlebih ketika kamu sudah merasa akan menjadi penghuni surga Nya. Sehingga kamu memandangnya dengan pandangan hina kepada para pendosa sebagai ahli neraka.      Sudahkah sampai kepada mu sebuah kisah tentang seorang pendosa yang telah merenggut seratus nyawa? Kemudian dia datang berserah diri dengan sepenuh hati. Tapi nahas, belum sempat dia mentobati diri, ajal lebih cepat datang menghampiri. Tapi Rahmat Nya Maha Luas, Pengampunan Nya tiada batas. Dia mati dengan status hamba yang telah diampuni.      Untuk itu, rendahkanlah hati mu wahai diri. Jangan pernah kau merasa paling tinggi, karena hanya Allah yang Maha Mengetahui segala isi hati.

Mensyukuri Pagi

Image
Mensyukuri Pagi      Mentari pagi telah memancarkan cahayanya. Menghadirkan baris senyuman dan kekaguman akan pesona indahnya. Sekaligus sebagai tanda dimulainya aktifitas kehidupan di alam fana yang pasti akan sirna. Semua makhluk sibuk mencari karunia Nya di alam yang terbentang luas.      Sungguh, Allah swt Maha Pengasih dan Maha Penyayang, Dia sediakan segala apa yang makhluknya perlukan selama ia hidup di bumi Nya, tak ada satu makhluk pun yang luput dari rezeki Nya, itulah salah satu ke Maha Adilan Tuhan di dunia.      Sudah seharusnya kita mensyukuri atas karunia yang telah diberi oleh Nya. Dan tak sepatutnya kita menjadi penentang nyata, berjalan diatas bumi Nya dengan rasa kesombongan. Padahal sejatinya, semua yang kita punya adalah pemberian dari Nya. Mari, awali pagi yang indah ini dengan rasa syukur kepada Illahi.